CERITA LEGENDA DARI HUALOY

LEGENDA PUTRI JAGOTHI DARI NEGERI HUALOY

Sahabat Pelita di Baranda Depan yang beta hormati… artikel berikut yang beta sajikan adalah hikayat lama di Negeri Tuni Siwarette sarimetene yang diceriterakan oleh paraleluhur kami secara turun temurun sebagai suatu ceritera legenda yang asyik didengar disaat kita mau beranjak  di pelabuhan kapuk (alias bobo bin unturu). pada awalnya cerita ini kami anggap biasa aja namun ketika kami mencoba untuk menganalisa kemungkinan besar cerita ini adalah kisah nyata yang pernah dialami di Negeri kami yang kemudian melalui kapata-kapata diwariskan kepada para anak cucu tuk diadikan pedoman hidup kelak. (semoga sobat smuanya dapat terhibur setelah membacanya) Wallahua`lam bissawab…..…….!!!
                  
 
           Pada zaman dahulu kala di balik bukit Masahatu terdapat sebuah Negeri yang bernama ina ama tuni Siwarette sarimetene (Sekarang bernama Hualoy). kala itu system pemerintahan negeri masih dipimpin oleh seorang kepala suku atau yang sering disebut dengan istilah Kapitang. kondisi saat itu di Negeri tuni siwallete sarimetene hidup begitu makmur Karena kepemimpinan sang kapitang yang begitu arif  bijaksana dibarengi dengan limpahan bebagai hasil hutan seperti cengkih,pala,damar,cokelat, dan hasil perkebunan seperti kasbi (ubi kayu), patatas (ubi jalar), kaladi (keladi),kombili (jenis ubi), membuat negeri itu begitu sejahtera belum lagi kondisi alam yang masih natural,asri dan belum terjamah oleh tangan-tangan manusia serakah.
                   Alkisah Kapitang memiliki seorang anak Pipina (perempuan) yang begitu jagothi (elok rupawan)… saking cantiknya membuat remaja seusianya merasa iri dan tersaingi karena melihat semua lirikan mata anak manawa(lelaki) senantiasa tertuju akan parasnya yang ayu rupawan…
                   merekapun berencana untuk melaksanakan niat buruk (niat ahiyeiro) terhadap puri sang Kapitang tersebut  dengan berpura-pura mengajak sang gadis jagothi pergi kehutan memetik bunga untuk dijadikan sebagai ramuan ataupun obat-obatan tradisional kala itu.
                   Kepergian sang putri jagothi tanpa sepengetahuan sang kapitang dikarenakan mereka telah bersekongkol dengan salah seorang Wajiri I (pesuruh kedatong). sesampainya mereka di tengah hutan ternyata mereka menjerumuskan sang putri ke dalam sebuah sumur tua yang begitu dalam dan gelap sehingga siapapun yang melintas disitu tidak akan mendengar ataupun melihat samasekali jejak sang putri jagothi tersebut.
                   Tiga hari kemudian seorang tete tua renta(kakek). pergi ke hutan itu untuk memotong bambu (tomollo)yang kebetulan sekali tidak begitu berjauhan dengan sumur tua itu rupanya saat sang tete tua memotong tomollo kedengaranya sampai ke telinga sang gadis yang berada dalam sumur… sang gadispun berteriak meminta pertolongan namun teriakanya tidak terdengar sedikitpun oleh tete tua itu sang gadis menjadi putus asa dan yang ada dalam pikirannya semoga saja ada mukjizat yang dapat menyelamatkannya…kondisi sang gadis jagothi sudah sangat lemas dikarenakan sudah 3 hari berpuasa menahan lapar serta dahaganya…ia hanya dapat menangisi penderitaan yang dialaminya…
                   Sementara itu itu sang tete tua masih terus memotong bambu dan ketika batang bambu yang terakhir dipotong ternyata bambu itu jatuh masuk ke dalam kolam tua yang dalam dan gelap serta nyaris mencelakai sang putri yang sudah terkulai lemas… dengan sisa tenaga yang ada sang putri berupaya mengangkat ujung bambu dan berteriak pada lubang bambu dengan nyanyian kapata sebagai berikut :

“ YALE-YALE SEI…
USA  LOTO LIKI-LIKI….
MU TOMOLLO…
MU TOMOLLO KE WANATO….
UTURU LAUH…
ULEMBA(UREPA) USALAM….
WE U INA KEE….
WE U AMA KE..”
yang dapat diartikan seperti beriku ini :

Kamu-kamu siapa….
yang diatas toki-toki(memotong)…
bambu kamu….
atau wanato (jenis bambu untuk merebus kasbi)….
turun ke arah laut…..
sampaikan salam saya…….
untuk ibu saya….
ataupun ayah saya….

                Nyanyian kapata yang di sampaikan melalui bambu itu rupanya kedengaran begitu jelas di telinga tete tua melalui ujung bambu lainnya… dengan tergesa-gesa sang tete tua turun ke laut untuk menyampaikan pesan yang tersirat melalui nyanyian kapata tadi… sesampainya di kedatong (istana) sang kapitang… si tete tua tersebut menceriterakan hal ihwal yang ditemuinya… sang kapitangpun memerintahkan para laskar kakehan (pasukan perang) untuk menjemput si gadis yang ternyata sudah pingsan akibat kelaparan…selama beberapa hari terjerumus di sumur tua itu.
                Pendek ceritera akibat ulah dari beberapa teman wanitanya tersebut sang kapitang menjadi berang …merekapun ditangkap dan sebagai hukumannya mereka dicambuk serta di jemur di atas palka arumbai (perahu layar) selama beberapa hari hingga mereka pingsan sebagaimana yang dialami sang putri.
Demikian ceritera singkat legenda putri jagothi dari negeri ina ama tuni siwarette sarimetene (HUALOY).
hikmah yang kita petik adalah jika kita tidak ingin terpanggang panasnya api sebaiknya jangan kita bermain-main dengan api…by (Rus Lussy)
               

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH AMBONKU

TIPS MENDAPATKAN ANAK LAKI / WANITA

MUTIVASI UJIAN