CERITA LEGENDA DARI HUALOY
LEGENDA PUTRI
JAGOTHI DARI NEGERI HUALOY
Sahabat
Pelita di Baranda Depan yang beta hormati… artikel berikut yang beta sajikan
adalah hikayat lama di Negeri Tuni Siwarette sarimetene yang diceriterakan oleh
paraleluhur kami secara turun temurun sebagai suatu ceritera legenda yang asyik
didengar disaat kita mau beranjak di
pelabuhan kapuk (alias bobo bin unturu). pada awalnya cerita ini kami anggap
biasa aja namun ketika kami mencoba untuk menganalisa kemungkinan besar cerita
ini adalah kisah nyata yang pernah dialami di Negeri kami yang kemudian melalui
kapata-kapata diwariskan kepada para anak cucu tuk diadikan pedoman hidup
kelak. (semoga sobat smuanya dapat terhibur setelah membacanya) Wallahua`lam
bissawab…..…….!!!
merekapun berencana untuk
melaksanakan niat buruk (niat ahiyeiro) terhadap puri sang Kapitang
tersebut dengan berpura-pura mengajak
sang gadis jagothi pergi kehutan memetik bunga untuk dijadikan sebagai ramuan
ataupun obat-obatan tradisional kala itu.
Kepergian sang putri jagothi tanpa
sepengetahuan sang kapitang dikarenakan mereka telah bersekongkol dengan salah
seorang Wajiri I (pesuruh kedatong). sesampainya mereka di tengah hutan
ternyata mereka menjerumuskan sang putri ke dalam sebuah sumur tua yang begitu
dalam dan gelap sehingga siapapun yang melintas disitu tidak akan mendengar
ataupun melihat samasekali jejak sang putri jagothi tersebut.
Tiga hari kemudian seorang
tete tua renta(kakek). pergi ke hutan itu untuk memotong bambu (tomollo)yang
kebetulan sekali tidak begitu berjauhan dengan sumur tua itu rupanya saat sang
tete tua memotong tomollo kedengaranya sampai ke telinga sang gadis yang berada
dalam sumur… sang gadispun berteriak meminta pertolongan namun teriakanya tidak
terdengar sedikitpun oleh tete tua itu sang gadis menjadi putus asa dan yang
ada dalam pikirannya semoga saja ada mukjizat yang dapat menyelamatkannya…kondisi
sang gadis jagothi sudah sangat lemas dikarenakan sudah 3 hari berpuasa menahan
lapar serta dahaganya…ia hanya dapat menangisi penderitaan yang dialaminya…
Sementara itu itu sang tete
tua masih terus memotong bambu dan ketika batang bambu yang terakhir dipotong
ternyata bambu itu jatuh masuk ke dalam kolam tua yang dalam dan gelap serta
nyaris mencelakai sang putri yang sudah terkulai lemas… dengan sisa tenaga yang
ada sang putri berupaya mengangkat ujung bambu dan berteriak pada lubang bambu dengan
nyanyian kapata sebagai berikut :
“ YALE-YALE SEI…
USA LOTO LIKI-LIKI….
MU TOMOLLO…
MU TOMOLLO KE
WANATO….
UTURU LAUH…
ULEMBA(UREPA)
USALAM….
WE U INA KEE….
WE U AMA KE..”
yang
dapat diartikan seperti beriku ini :
Kamu-kamu siapa….
yang diatas
toki-toki(memotong)…
bambu kamu….
atau wanato (jenis
bambu untuk merebus kasbi)….
turun ke arah
laut…..
sampaikan salam
saya…….
untuk ibu saya….
Nyanyian
kapata yang di sampaikan melalui bambu itu rupanya kedengaran begitu jelas di
telinga tete tua melalui ujung bambu lainnya… dengan tergesa-gesa sang tete tua
turun ke laut untuk menyampaikan pesan yang tersirat melalui nyanyian kapata
tadi… sesampainya di kedatong (istana) sang kapitang… si tete tua tersebut
menceriterakan hal ihwal yang ditemuinya… sang kapitangpun memerintahkan para
laskar kakehan (pasukan perang) untuk menjemput si gadis yang ternyata sudah
pingsan akibat kelaparan…selama beberapa hari terjerumus di sumur tua itu.
Pendek ceritera akibat ulah dari beberapa teman
wanitanya tersebut sang kapitang menjadi berang …merekapun ditangkap dan
sebagai hukumannya mereka dicambuk serta di jemur di atas palka arumbai (perahu
layar) selama beberapa hari hingga mereka pingsan sebagaimana yang dialami sang
putri.
Demikian ceritera singkat
legenda putri jagothi dari negeri ina ama tuni siwarette sarimetene (HUALOY).
hikmah yang kita petik adalah
jika kita tidak ingin terpanggang panasnya api sebaiknya jangan kita
bermain-main dengan api…by (Rus Lussy)
Komentar