RENUNGAN HADITS NABAWI
JANGAN BANGKRUT

Renungan Hadist Nabawi
Tahukah kalian siapa orang yang (disebut) bangkrut (Muflis) itu?
“ Orang yang yang sudah tidak punya uang dan barang (berharga) lainnya.” Jawab sahabat. Rasulullah Saw bersabda, “ Orang bangkrut itu adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, zakat. Tapi ia pula membawa dosa mencaci maki, menuduh, makan harta orang lain (korupsi, mencuri dll), membunuh darah sesama dan memukul. Maka, pahala kebaikannya diberikan kepada si anu dan si anu. Jika pahalanya sudah habis sebelum semua (yang disakitinya) menerimanya, diambilah dosa-dosa mereka (yang disakiti) dan ditimpakan kepadanya . Alhasil, iapun dijebloskan dalam neraka.” (HR. Muslim)
Kisah Menarik
Ada seorang santri yang soleh dan iapun hafal Qur’an. Terkadang banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta doa dan nasihat. Satu hari datang seorang pengusaha kaya menemuinya untuk meminta doa atau Ruqyah Sayr’iyah. Agar tangan kirinya yang sakit bisa disembuhkan Allah lewat doa ustdaz ini.
Si pengusaha ini mengeluh bahwa sakit di tangan kirinya ini yang tidak kunjung sembuh, meskipun sudah mendatangi beberapa dokter spesialis. Dan semenjak sakitnya itu, ia merasakan kehidupannya kini menjadi suram seperti siksaaan saja.
Si pengusaha mengatakan pula, bahwa besar kemungkinan ia terkena sihir (di guna-guna) oleh orang-orang yang tidak menyukainya, atau lawan-lawan bisnisnya, atau bisa bisa juga ada yang iri karena kesuksesannya.
Setelah ustdaz ini berdoa dan membaca beberapa surat Al-Qur’an, ia berkata, “ Saya sudah membaca ayat kursi, surat al-Ikhlas, dan muawidzatain. Tapi, kok tidak ada perubahan!!!”
Si pengusaha kemudian mengucapkan terima kasih kemudian pergi, karena apa yang ditakutkannya selama ini, bahwa ia terkena sihir ternyata tidak terbukti.
Beberapa hari kemudian, si pengusaha kembali lagi karena mengeluh tangannya tambah sakit saja. Ustdaz ini membacakan lagi beberapa surat Al-Qur’an dan hasilnya tetap sama, yaitu tidak ada perubahan apapun. Artinya tidak ada tanda-tanda ia terkena sihir dan bacaan ayat Qur’an itu juga tidak berpengaruh pada si pengusaha itu.
Nasihat Kepada Pengusaha
Si pengusaha pun kembali pulang karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.
Ketika sakit di tangan kirinya semakin menjadi, ia pun kembali menemui ustdaz ini dan kembali dibacakan beberapa surat Qur’an. Setelah selesai membaca Qur’an dan berdoa, sang ustadz berkata:
“ Mungkin saja sakit yang bapak derita ini adalah hukuman dari perbuatan yang telah bapak lakukan. Bapak mungkin pernah menyakiti seseorang, atau mengambil sesuatu yang bukan milik bapak. Atau bisa saja bapak pernah merampas harta orang lain sehingga yang bapak zalimi tidak menikmati apa yang menjadi miliknya. Kalau memang benar ucapan saya itu, cepatlah bapak bertaubat dan mohon ampun kepada Allah Swt.”
Mendengar nasihat ustadz itu, si pengusaha agak marah:
”Saya tidak pernah zalim kepada orang lain, saya tidak pernah mengambil harta orang lain. Tapi terima kasih atas nasihat anda.”
Kemudian pengusaha itu pamit pulang dengan wajah agak kesal dan agak marah.
Ohh..Itu Ternyata Sebabnya
Satu ketika ada seseorang yang bertemu dengan pengusaha itu dengan wajah penuh kegembiraan. Apa kabar?? Alhamdulilah baik jawab si pengusaha. Sekarang tanganku sudah baik tanpa dokter dan tanpa obat pula, sambung si pengusaha.
Kenapa bisa begitu?? Ketika ditanyakan sebabnya. Si pengusaha bercerita:
Ia pun bercerita tentang pengobatan yang telah ia lakukan dengan seorang ustadz, yang akhirnya dia diberi nasihat agar segera bertaubat karena mungkin saja sakitnya ini akibat ulah di pengusaha ini. “ Setelah saya mendengar nasihat ustadz itu, saya terus berfikir panjang sambil mengingat semua yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Tiba-tiba saya teringat, beberapa tahun yang lalu ketika saya mau merenovasi rumah, di sebelah rumah ada sepetak tanah milik seorang janda yang ditinggal mati suaminya dan janda ini punya beberapa anak.
Saya ingin membeli tanah itu untuk mempeluas rumah, namun ibu ini tidak bersedia menjualnya dengan alasan bahwa tanah itu milik anak-anaknya dan ketika besar nanti mereka bisa menjual tanah itu untuk dijadikan modal usaha.
Beberapa kali si pengusaha merayu nya agar mau menjual tanahnya, sampai mengutus beberapa orang. Namun tetap saja ibu ini menolak menjualnya.
Setelah habis kesabaran sang pengusaha, mulailah ia mendatangi teman-teman nya di kantor pertanahan agar dibuat IMB atas tanah itu agar dengan leluasa bisa membangun rumah diatasnya. Dan akan dikasih uang kepada ibu itu, biarpun menolaknya, dan pastinya ia akan terima karena tidak bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya setelah mendapat sertifikat palsu dan ada izin IMB, tanah itu mulai di benahi untuk dijadikan perluasan rumah.
Saya Mencarinya Hanya Untuk Meminta Maaf..!!!
Meskipun si ibu dan anak-anaknya menangis seperti orang gila. Mereka tampak gila ketika itu, tapi ternyata sayalah yang gila. Kata si pengusaha itu.
Aku lihat dengan mata kepalaku, si janda mengangkat tangan berdoa. Bisa jadi si janda juga berdoa ketika tahajud.
Setelah sadar bahwa aku ini mne zalimi nya, saya cari terus kemana pindahnya si ibu ini. Setelah ketemu aku langsung menangis dan meminta maaf sampai akhirnya si ibu mamu menerima ganti rugi tanah itu dengan layak. Si ibu mendoakan pula agar tangan kiriku cepat sembuh.
Demi Allah, selesai berdoa tanganku langsung sembuh…!!!!
Ternyata doa ibu itu lebih ampuh dari dokter manapun….!!!
Kesimpulan
1. Jangan sakiti orang lain dengan mulut dan tangan kita. Kemanapun kita pergi dosa yang kita lakukan akan terus mengikuti kita dan akan berdampak pada kehidupan kita.
2. Hati-hati dengan doa yang ter zalimi, karena Allah seketika itu juga mengabulkan doanya…apa saja yang dikehendaki bagi sang pendoa
3. Jangan terkecoh dengan amal ibadah kita yang kita anggap sesuai dengan Qur’an dan Sunnah Nabi. Kemudian sibuk mengecam atau dianggap memberi nasihat kepada orang lain yang dianggap tidak sesuai syariat dengan penyampaian yang menyakitkan orang lain. Seberapapun ibadah yang kita lakukan, tetap saja kita berdosa karena menyakiti orang lain.
4. Ketika duka berkunjung, ketika nestapa bersilaturahmi, jangan anggap Allah Swt tidak adil, tidak sayang, tapi lihatlah kehidupan kita sebelum nya,. Mungkin kita banyak menyakiti perasaan orang lain.
5. Jangan puas jika mengeluarkan semua uneg-uneg kita kepada orang lain, tapi pikirkan baik-baik, apakah itu akan membuat orang lain sakit hatinya??
6. Taubat kepada Allah mudah sekali, tapi kesalahan kepada orang lain harus minta maaf, harus minta ridha nya. Artinya ampunan Allah belum diberikan selama orang itu belum meminta maaf.
7. Jangan pernah sekalipun menyakiti hati orang tua, kemana kita akan pergi jika datang murka Allah karena menyakiti hati mereka. Mintalah dan taati mereka dalam keadaan apapun, baik ketika nikah, kerja dan lainnya.
8. Jadilah pembawa rahmat dan berkah, berbicaralah, tulislah yang membawa manfaat, yang mengajak kebaikan dan ketakwaan. Jangan menjadi agen pembawa fitnah, pembawa dosa. Karena bagaimanapun, mau suka atau tidak, mau siap atau tidak tidak, kita akan mati. Amal soleh lah yang akan membawa keselamatan kita kelak
9. Kalau tidak bisa berkata baik, kalau sekiranya perkataan, atau tulisan itu membawa dosa dengan mengejek, mencela, mengukur dengan orang lain…lebih baik jangan lakukan.
Doa Ketika Mencaci Orang Lain
Allahumma Fa ayyuma mu’minin sababtuhu faj’al dzalika lahu qurbatan ilaika yaumal qiyamah
“Ya Allah, siapa saja orang mukmin yang kucaci, jadikanlah sebagai sarana yang mendekatkan dirinya kepada-Mu di hari Kiamat.” (HR. Bukhari)
Semoga bermanfaat
Ust. Ackmanz Lc —
Di kutip dari FB Mba Aedesma Mandhaili Boru Sada
(By.Rus Lussy)
Renungan Hadist Nabawi
Tahukah kalian siapa orang yang (disebut) bangkrut (Muflis) itu?
“ Orang yang yang sudah tidak punya uang dan barang (berharga) lainnya.” Jawab sahabat. Rasulullah Saw bersabda, “ Orang bangkrut itu adalah yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, zakat. Tapi ia pula membawa dosa mencaci maki, menuduh, makan harta orang lain (korupsi, mencuri dll), membunuh darah sesama dan memukul. Maka, pahala kebaikannya diberikan kepada si anu dan si anu. Jika pahalanya sudah habis sebelum semua (yang disakitinya) menerimanya, diambilah dosa-dosa mereka (yang disakiti) dan ditimpakan kepadanya . Alhasil, iapun dijebloskan dalam neraka.” (HR. Muslim)
Kisah Menarik
Ada seorang santri yang soleh dan iapun hafal Qur’an. Terkadang banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta doa dan nasihat. Satu hari datang seorang pengusaha kaya menemuinya untuk meminta doa atau Ruqyah Sayr’iyah. Agar tangan kirinya yang sakit bisa disembuhkan Allah lewat doa ustdaz ini.
Si pengusaha ini mengeluh bahwa sakit di tangan kirinya ini yang tidak kunjung sembuh, meskipun sudah mendatangi beberapa dokter spesialis. Dan semenjak sakitnya itu, ia merasakan kehidupannya kini menjadi suram seperti siksaaan saja.
Si pengusaha mengatakan pula, bahwa besar kemungkinan ia terkena sihir (di guna-guna) oleh orang-orang yang tidak menyukainya, atau lawan-lawan bisnisnya, atau bisa bisa juga ada yang iri karena kesuksesannya.
Setelah ustdaz ini berdoa dan membaca beberapa surat Al-Qur’an, ia berkata, “ Saya sudah membaca ayat kursi, surat al-Ikhlas, dan muawidzatain. Tapi, kok tidak ada perubahan!!!”
Si pengusaha kemudian mengucapkan terima kasih kemudian pergi, karena apa yang ditakutkannya selama ini, bahwa ia terkena sihir ternyata tidak terbukti.
Beberapa hari kemudian, si pengusaha kembali lagi karena mengeluh tangannya tambah sakit saja. Ustdaz ini membacakan lagi beberapa surat Al-Qur’an dan hasilnya tetap sama, yaitu tidak ada perubahan apapun. Artinya tidak ada tanda-tanda ia terkena sihir dan bacaan ayat Qur’an itu juga tidak berpengaruh pada si pengusaha itu.
Nasihat Kepada Pengusaha
Si pengusaha pun kembali pulang karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.
Ketika sakit di tangan kirinya semakin menjadi, ia pun kembali menemui ustdaz ini dan kembali dibacakan beberapa surat Qur’an. Setelah selesai membaca Qur’an dan berdoa, sang ustadz berkata:
“ Mungkin saja sakit yang bapak derita ini adalah hukuman dari perbuatan yang telah bapak lakukan. Bapak mungkin pernah menyakiti seseorang, atau mengambil sesuatu yang bukan milik bapak. Atau bisa saja bapak pernah merampas harta orang lain sehingga yang bapak zalimi tidak menikmati apa yang menjadi miliknya. Kalau memang benar ucapan saya itu, cepatlah bapak bertaubat dan mohon ampun kepada Allah Swt.”
Mendengar nasihat ustadz itu, si pengusaha agak marah:
”Saya tidak pernah zalim kepada orang lain, saya tidak pernah mengambil harta orang lain. Tapi terima kasih atas nasihat anda.”
Kemudian pengusaha itu pamit pulang dengan wajah agak kesal dan agak marah.
Ohh..Itu Ternyata Sebabnya
Satu ketika ada seseorang yang bertemu dengan pengusaha itu dengan wajah penuh kegembiraan. Apa kabar?? Alhamdulilah baik jawab si pengusaha. Sekarang tanganku sudah baik tanpa dokter dan tanpa obat pula, sambung si pengusaha.
Kenapa bisa begitu?? Ketika ditanyakan sebabnya. Si pengusaha bercerita:
Ia pun bercerita tentang pengobatan yang telah ia lakukan dengan seorang ustadz, yang akhirnya dia diberi nasihat agar segera bertaubat karena mungkin saja sakitnya ini akibat ulah di pengusaha ini. “ Setelah saya mendengar nasihat ustadz itu, saya terus berfikir panjang sambil mengingat semua yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Tiba-tiba saya teringat, beberapa tahun yang lalu ketika saya mau merenovasi rumah, di sebelah rumah ada sepetak tanah milik seorang janda yang ditinggal mati suaminya dan janda ini punya beberapa anak.
Saya ingin membeli tanah itu untuk mempeluas rumah, namun ibu ini tidak bersedia menjualnya dengan alasan bahwa tanah itu milik anak-anaknya dan ketika besar nanti mereka bisa menjual tanah itu untuk dijadikan modal usaha.
Beberapa kali si pengusaha merayu nya agar mau menjual tanahnya, sampai mengutus beberapa orang. Namun tetap saja ibu ini menolak menjualnya.
Setelah habis kesabaran sang pengusaha, mulailah ia mendatangi teman-teman nya di kantor pertanahan agar dibuat IMB atas tanah itu agar dengan leluasa bisa membangun rumah diatasnya. Dan akan dikasih uang kepada ibu itu, biarpun menolaknya, dan pastinya ia akan terima karena tidak bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya setelah mendapat sertifikat palsu dan ada izin IMB, tanah itu mulai di benahi untuk dijadikan perluasan rumah.
Saya Mencarinya Hanya Untuk Meminta Maaf..!!!
Meskipun si ibu dan anak-anaknya menangis seperti orang gila. Mereka tampak gila ketika itu, tapi ternyata sayalah yang gila. Kata si pengusaha itu.
Aku lihat dengan mata kepalaku, si janda mengangkat tangan berdoa. Bisa jadi si janda juga berdoa ketika tahajud.
Setelah sadar bahwa aku ini mne zalimi nya, saya cari terus kemana pindahnya si ibu ini. Setelah ketemu aku langsung menangis dan meminta maaf sampai akhirnya si ibu mamu menerima ganti rugi tanah itu dengan layak. Si ibu mendoakan pula agar tangan kiriku cepat sembuh.
Demi Allah, selesai berdoa tanganku langsung sembuh…!!!!
Ternyata doa ibu itu lebih ampuh dari dokter manapun….!!!
Kesimpulan
1. Jangan sakiti orang lain dengan mulut dan tangan kita. Kemanapun kita pergi dosa yang kita lakukan akan terus mengikuti kita dan akan berdampak pada kehidupan kita.
2. Hati-hati dengan doa yang ter zalimi, karena Allah seketika itu juga mengabulkan doanya…apa saja yang dikehendaki bagi sang pendoa
3. Jangan terkecoh dengan amal ibadah kita yang kita anggap sesuai dengan Qur’an dan Sunnah Nabi. Kemudian sibuk mengecam atau dianggap memberi nasihat kepada orang lain yang dianggap tidak sesuai syariat dengan penyampaian yang menyakitkan orang lain. Seberapapun ibadah yang kita lakukan, tetap saja kita berdosa karena menyakiti orang lain.
4. Ketika duka berkunjung, ketika nestapa bersilaturahmi, jangan anggap Allah Swt tidak adil, tidak sayang, tapi lihatlah kehidupan kita sebelum nya,. Mungkin kita banyak menyakiti perasaan orang lain.
5. Jangan puas jika mengeluarkan semua uneg-uneg kita kepada orang lain, tapi pikirkan baik-baik, apakah itu akan membuat orang lain sakit hatinya??
6. Taubat kepada Allah mudah sekali, tapi kesalahan kepada orang lain harus minta maaf, harus minta ridha nya. Artinya ampunan Allah belum diberikan selama orang itu belum meminta maaf.
7. Jangan pernah sekalipun menyakiti hati orang tua, kemana kita akan pergi jika datang murka Allah karena menyakiti hati mereka. Mintalah dan taati mereka dalam keadaan apapun, baik ketika nikah, kerja dan lainnya.
8. Jadilah pembawa rahmat dan berkah, berbicaralah, tulislah yang membawa manfaat, yang mengajak kebaikan dan ketakwaan. Jangan menjadi agen pembawa fitnah, pembawa dosa. Karena bagaimanapun, mau suka atau tidak, mau siap atau tidak tidak, kita akan mati. Amal soleh lah yang akan membawa keselamatan kita kelak
9. Kalau tidak bisa berkata baik, kalau sekiranya perkataan, atau tulisan itu membawa dosa dengan mengejek, mencela, mengukur dengan orang lain…lebih baik jangan lakukan.
Doa Ketika Mencaci Orang Lain
Allahumma Fa ayyuma mu’minin sababtuhu faj’al dzalika lahu qurbatan ilaika yaumal qiyamah
“Ya Allah, siapa saja orang mukmin yang kucaci, jadikanlah sebagai sarana yang mendekatkan dirinya kepada-Mu di hari Kiamat.” (HR. Bukhari)
Semoga bermanfaat
Ust. Ackmanz Lc —
Di kutip dari FB Mba Aedesma Mandhaili Boru Sada
(By.Rus Lussy)
Komentar